tulisan Teteh Bita tahun 2009 (10 tahun yang lalu.. wowww)
Ibu seperti bidadari dunia bagiku...tugas2nya sungguh mulia dan luar biasa, ibuku laksana malaikat bagiku, 1.seprti malaikat jibril yg tugasnya menyampaikan wahyu, ibuku juga tiap hari menyampaikan ajaran2 baik itu dr al quran &hadits buat anak2nya, supaya kami menjadi anak2 yang sholih dan mempunyai akhlak karimah.
2.seprti malaikat mikail yg tugasnya membawa rezeki, ibuku juga tiap hari memberi rezeki dengan segala yang dia punya baik itu makanan, pendidikan,kasih sayang, belaian lembutnya, yang ksmuanya itu (menurut kami) sebagai rezeki dari allah lewat ibuku.
3.seperti malaikat
13 Mei 2019
Mengenal ibu seperti 10 malaikat2 Allah
26 April 2013
Angin Surga
Suatu ketika Aa dan kk pulang sekolah, seperti biasa ada acara adu mulut gara-gara hal sepele, saling mengejek. Aa paling ‘ga suka kalau diejek, sedangkan kakaknya suka sekali menggoda aa. Tapi kali ini, saya dibuatnya tersenyum, karena ketika aa diejek kknya dengan julukan “fatos ( nama fathi yg diplesetkan)…fatos..jelek!!!” berkal-kali, dan (Alhamdulillah) aa ga teriak dan nangis ( biasanya langsung ada insiden ), dengan cool and calm aa jawab ”apa kak? Aa ga dengar perkataan kk, aa hanya mendengar angin surga”.
“Subhanallah nak harusnya begitu bilangnya setiap kali ada rasa marah dihati aa,” begitu nasehat saya kepada aa, dan aa pun seperti biasa tanpa mengiyakan, berlalu, mengangguk dan tersenyum. ***
selengkapnya...INSPIRING UMMAHAT
Sosok tangguh itu saya kenal ketika saya berinteraksi lebih dekat dengan beliau. Dengan usia yang tak lagi muda, tapi semangat, pengorbanan beliau dalam berdakwah sungguh sangat menginspirasi saya. .’saya semakin kagum. Sosok ibu ini (begitulah anak2 beliau memanggilnya), sangat sederhana, namun mempunyai semangat juang yang tak terkalahkan oleh segala keterbatasannya .Keberhasilan dan kesabarannya dalam mendidik anak-anaknya yang berjumlah 7 orang, merupakan ilmu baru bagi saya dengan resep resep yang baru dan jitu menghadapi anak2 yang “kurang sholeh”, sperti cerita beliau ketika membangunkan anak-anak pada pagi hari, biasanya seorang ibu dengan volume suara yg tinggi, kecepatan perkataan yang berhamburan, dan jurus terakhir adalah dengan percikan air ke wajah atau tubuh, tapi beliau dengan cara yang berbeda (dan utk resep ini saya tdk pernah menemui di artikel manapun) dengan sabar dan bijaksana cara beliau membangunkan putra putrinya yang berjumlah 7 orang dengan membawakan masing-masing ketujuh anaknya dengan minuman kesukaan mereka dari ketujuh anaknya ada yang suka susu, teh manis, air putih. Dan itu semua beliau bawakan dalam sebuah nampan,( sperti service room dalam hotel ) . Kata beliau (dalam sebuah acara parenting) “membangunkan anak ada triknya sendiri bu ,terkadang ortu kalau udah kesal terkadang wajah anak dipercik air, yang akhirnya membuat anak makin marah karena wajah atau tubuhnya basah dan makin malas bangun karena ngambek tadi, sama-sama diberi air bu, tapi air yang ini tidak membuat anak-anak marah dan malas bangun tapi membuat mereka sehat dan seketika bangun karena tubuhnya sudah segar dengan air minuman kesukaan mereka. Subhanallah. Sebuah perlakuan yang sarat dengan kasih sayang dengan ramuan cinta dan kelembutannya sebagai seorang ibu. Ingin seperti beliau yang menjadi ibu yang memiliki rasa kepercayaan begitu tinggi pada Allah bahwa Allahlah yang akan menjaga buah hatinya selama perjalanan ini , seakan-akan seraya berkata “Ibu mengajarkanmu nak.. dan Allah yang menjaga dan melindungi kita..”
Kesabaran beliau yang patut mendapat 2 jempol, keluh kesah yang tidak pernah singgah dalam dirinya, selain amanah dakwah, memprjuangkan yayasan, mengisi berbagai taklim rutin, memasarkan dakwah dikalangan ibu2, disela-sela kesibukan beliau dengan amanah2 dakwah tersebut beliau harus merawat suaminya yang sakit, yang sangat membutuhkan kesabaran, pengorbanan waktu dan fisik (karena beliau harus antar jemput suami ke tempat mengajar), dan antar jemput terapi untuk suami beliau. Melihat kegigihannya, membuat saya bertanya dalam diri, sanggupkah saya seperti beliau kelak? menjadi ibu yang tak kalah oleh halangan apapun demi berdakwah untuk keluarga dan masyarakat di jalanNYA, Benar-benar ummahat tangguh.
Semua tausiyah yang beliau sampaikan, terkadang ada “ilmu baru” bagi saya, yang sering saya share ke suami. Perkataannya yang lembut, sabar, telaten dalam melayani pertanyaan ibu2 taklim dengan keilmuan beliau, terdengar begitu indah di telinga, terasa“nyees” di hati saya, tausiyahnya seperti menghipnotis saya, itu karena aura kesabaran yang muncul diwajah beliau. Kehangatan sikap beliau membuat saya betah berlama-lama mendengarkan berbagai kisah kehidupan beliau dari mulai keluarga, dakwah, pengobatan herbal (beliau sangat mengutamakan obat2 herbal jika sakit dibanding obat kimia), resep2 unik tentang banyak hal. Dan semakin saya tersungkur dalam malu, ketika di balik kesederhanaan beliau, beliau menyimpan sebuah amunisi dahsyat. Dengan kebiasaan shaum sunnah beliau dengan usia kita yg terpaut jauh, dan tak menghalangi beliau utk ikhtiyar dan memperbanyak stok hafalan. Dan yang sering membuatku hanyut dalam haru adalah kebiasaan beliau ini menurun pada salah satu putri beliau ( yang masih kecil) dalam rajin shaum. Subhanalloh .Ah, saya semakin merasa tak bernilai di hadapanNya dibandingkan dengan beliau.
Dan episode belum berakhir. Aku menjadi saksi jiwa pemurah beliau. Entengan, orang Jawa bilang. Dan mudah berbagi. Sabar mendengarkan curhat orang lain, meski bisa jadi, tak bermakna bagi oranglain. ketika ada teman yang sakit dan kesulitan ekonomi maka beliau bergerilya untuk mencarikan bantuan dana, dan karena teman2 beliau banyak (karena beliau hobi silaturahim) dan kepribadiannya yang memang mudah bergaul dengan semua kalangan, maka tak sulit bagi beliau dalam waktu yang singkat mengumpulkan sejumlah dana untuk membantu teman yang kesusahan. Sungguh mulia.
Untuk semua rasa lelah beliau disini, semoga Allah memberi pahala bemilyar lipat. Ali bin abi thalib berkata :”lelahkanlah dirimu dengan amaliah, sesunguhnya istrahatnya seorang muslim adalah di surga kelak”.
Untuk seseorang ummahat tangguh “sumber inspirasi”. ****
selengkapnya...18 April 2013
BINTANG CORPORATION
Itulah nama yang diusulkan Boenda dan kemudian kita pakai sebagai nama Toko Kita . alhamdulillah saat ini sudah 4 bulan berjalan walaupun masih sangat sederhana.
